Rabu, 15 Juni 2011

PERKEMBANGAN GAMBAR ANAK KELAS 1-4 SD


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Memahami tipologi dan periodisasi karya rupa anak pada masa pra dan pasca SD sangat penting, hal ini dapat dijadikan dasar bagi seorang guru untuk mengeluarkan kebijakan saat berada didalam situasi belajar mengajar, karena sekolah dasar merupakan dasar yang paling penting dalam perejalanan seseorang saat menimba ilmu, maka suatu kesalahan saja dapat mematikan kreasi dan daya imajinasi anak.
Dengan memahami tipologi dan periodisasi karya rupa anak, seorang guru dapat menentukan strategi pembelajaran dengan tepat, yang mana hal ini dapat mengantarkan anak ketingkat kedewasaan yang mantap, dengan bekal kepribadian, keterampilan, dan kreativitas yang kuat.

B.   Permasalahan / Hal yang Menarik

Ø Memahami tipologi dan periodisasi karya rupa anak pada masa pra dan pasca SD.
Ø Observasi langsung pada hasil karya rupa anak
Ø Karakteristik gambar anak pada umumnya.
Ø Kemampuan guru untuk memahami karakteristik seni rupa anak.

C.   Tujuan

Ø Untuk pemenuhan tugas mata kuliah seni rupa
Ø Untuk menelaah lebih jauh mengenai karakteristrik seni rupa anak
Ø Untuk memahami tipologi dan periodisasi karya rupa anak
Ø Untuk lebih meningkatkan kreativitas, keterampilan dan kepribadian anak didik dan guru.






 BAB II

A.  Konsep Karakteristik Seni Rupa Anak

v Pengertian Seni rupa
Ø Seni rupa adalah suatu bentuk pelahiran isi jiwa dan pengalaman manusia yang berdimensi dua atau tiga yang diwujudkan atau dirupakan dengan menggunakan media garis, bidang, warna, tekstur, volume, dan ruang. (Drs. M. Affandi)
Ø Seni rupa adalah cabang seni yang mengekspresikan pengalaman artistic manusia lewat objek-objek dua atau tiga dimensi yang memakan tempat dan tahan akan waktu. (Soedarso Sp. Ma.)

v Penggolongan Seni Rupa
a)     Karya dua dimensi yaitu karya dengan ukuran panjang dan lebar dan hanya dapat dilihat dari satu sisi saja.
b)    Karya tiga dimensi, yaitu karya  dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi, serta bisa dilihat dari berbagai sisi.
c)     Seni murni, yaitu karya seni rupa yang diciptakan hanya untuk tujuan seni semata yaitu sebagai sarana berekspresi.
d)    Seni terapan, yaitu karya seni rupa yang diterapkan pada benda yang ada disekitar kita serta memiliki fungsi dalam kehidupan.

v Kaidah Komposisi
1.     Kesatuan / Unity
2.     Keseimbangan / Balance, yaitu berdasarkan psikologis warna
3.     Irama / Ritme, yaitu pengulangan unsur-unsur seni
4.     Keselarasan / Harmony
5.     Kontras/ Complementer
6.     Pusat perhatian / Focus of Interest

v Unsur Seni
1.     Garis          : hasil tarikan lembut dari ujung pena/kuas dan
                          merupakan elemen utama dalam karya seni.
2.     Warna        : untuk menimbulkan efek tiga dimensi, warna terdiri dari  
  warna terang dan warna gelap.
3.     Bentuk       : terdiri dari bentuk geometris (terukur) dan bentuk bebas
4.     Tekstur     
5.     Ruang


v KARAKTERISTIK SENI RUPA ANAK

Hasil suatu karya seni sesungguhnya sangat dipengaruhi dan bahkan ditentukan oleh pelaku seni itu sendiri. Secara umum dapat dikatakan bahwa karya seni anak bersifat ekspresif karena karya rupa mereka umumnya merupakan suatu ungkapan yang kuat, jujur, langsung berangkat dari hati dan dari dalam dirinya. Bersifat dinamis yaitu artinya karya mereka umumnya mengesankan sesuatu yang bergerak terus. Pada pemilihan warna misalnya anak lebuh suka pada warna kontras, tajam atau mencolok.

Organization Chart

1.    TIPOLOGI

Tipologi seni rupa anak terdiri atas 3 tipe. Yakni tipe visual, tipe haptik dan tipe  campuran ( visual – haptik ). Sebenarnya  pada kenyataannya jarang tipe-tipe ini muncul secara murni ,umumnya  tipe-tipe tersebut bergerak dan cenderung bercampur .

A.   Tipe visual

ü Lebih menonjol daya tangkap indrawinya
ü Mengutamakan kesamaan hasil rekaman objek nyata
ü Memperhatikan proporsi dan perbandingan rekaman objek nyata
ü Menonjolkan sentuhan perspektif

B.   Tipe haptik

ü Tidak berorientasi pada kenyataan
ü Lebih mengutamakan suasana hati atau emosi
ü Bersifat sangat individual

2.     KARAKTERISTIK GAMBAR ANAK

ü Gambar X-Ray     : Anak mewujudkan dan menggambarkan benda-benda yang dipikirkan tampak tembus pandang .
ü Gambar rebahan : Karya seni yang sejalan dengan analisis anak terhadap benda-benda disekitarnya. Ia berpandapat bahwa semua benda teletak tegak lurus pada latarnya.
ü Perspektif burung           :  Anak berkarya seni dengan menunjukan seluruh objek terkait dengan objek yang menjadi sasaran pandang, tetapi dalam bentuk kecil-kecil. Jadi seperti kita melihat sesuatu dari ketinggian (burung terbang)
ü Gambar realistis    : Anak tahu dan mengerti kenyataan  dia tidak lagi bersifat naif tidak hanya berpanut pada emosinya tetapi juga dasar rasionya
ü Gambar tumpang tindih : Anak menggambar objek dengan cara tumpang tindih antara objek yang satu dengan objek yang lain, yakni mulai timbul kesadaran ruang.

3.     PERIODESASI SENI RUPA ANAK

A.    Lowenfeld dan Brittain membagi masa perkembangan karya seni rupa anak sebagai berikut.

·        Masa coreng moreng             : 2 - 4           tahun
·        Masa pra bagan                     : 4 - 7          tahun
·        Masa bagan                           : 7 - 9          tahun
·        Masa awal realisme                 : 9 - 12        tahun 
·        Masa naturalisme semu           : 12 - 14      tahun
(Pseudo Naturalislic)
·        Masa dewasa (adaleccent      : 14 - 17      tahun
Art,the periode of Deccision)
Ø Mencoret
Mencoret merupakan langkah persiapan bagi kemampuan menulis yang tumbuh pada usia 18 bulan sampai 3 tahun. Dengan mencoret anak melatih otot jari serta tangan, serta membiasakan diri berkonsentrasi untuk situasi menulis dan menggambar.

Ø Menggambar
Ada 3 tahap perkembangan anak yang dapat dilihat berdasarkan hasil gambar dan cara anak gambar.

ü Tahap mencoret sembarang (18 bulan – 2 tahun) berupa goresan-goresan yang tidak menentu.
ü Tahap mencoret terkendali (2 – 3 tahun) , anak sudah menyadari ada hubungan antara gerakan tangan dan hasil goresannya.
ü Tahap coretan (3,5 – 4 tahun) anak sudah menguasai gerakan tangan dan goresan sudah mulai terbentuk.

Tahap coretan merupakan awal yang penting bagi perkembangan kemampuan berpikir abstrak pada anak :

ü 2 tahun  meniru garis
ü 3 tahun meniru gambar lingkaran
ü 5 tahun meniru gambar persegi empat
ü 7 tahun meniru gambar belah ketupat
ü 10 tahun diharapkan mampu menggambar satu bentuk geometris sederhana tanpa contoh

v FASE-FASE PERKEMBANGAN MANUSIA
Hasil suatu karya seni sesungguhnya sangat dipengaruhi, bahkan ditentukan oleh pelaku seni sendiri, yakni yang meliputi latar belakangnya, perkembangan fisik juga mentalnya, kebutuhan dan kesenangannya, serta juga lingkungannya. Oleh karenanya perlu juga diketahui fase-fase perkembangan anak.

Ø Fase-Fase Perkembangan Anak
1.     Fase Bayi
§  Prenatal      : fase bayi (janin) dimana terhitung mulai konsepsi (bertemunya sel telur dengan sperma) sampai lahir (usia 2 minggu)
§  Postnatal    : 2 minggu setelah lahir sampai bayi berusia 2 tahun
2.     Fase Anak
§  Awal anak-anak (kanak-kanak)                  : 3 – 5   tahun
§  Akhir anak-anak (masa sekolah)      : 6 – 11 tahun
3.     Fase Remaja
§  Remaja awal (pubertas)                    : 12 – 16  tahun
§  Remaja akhir (Adolesen)         : 17 – 20  tahun

5.     Dewasa                     : 21 – 45  tahun
6.     Manula           : 45 – 60  tahun atau sampai meninggal



BAB III
OBSERVASI TERHADAP PERKEMBANGAN 
GAMBAR ANAK KELAS 1 – 4 SD

v Gambaran Umum

1.     Gambar anak kelas 1 SD

 Anak kelas satu SD berusia antara 6 – 7 tahun yang mana pada usia ini anak sangat peka pada lingkungannya. Ia selalu ingin tahu, senang mencoba, benaknya selalu dipenuhi dengan pertanyaan “mengapa”?
dan hasil pengamatan terhadap gambar anak kelas satu sebagai berikut.

o   Belum ada kesadaran ruang objek yang mereka gambar terkesan tegak lurus atau datar dan terkesan tidak memiliki ruang
o   Ukuran objek tidak proporsional antara satu dengan yang lainnya
o   Cenderung menggunakan warna-warna yang mencolok
o   Segi perspektifnya belum ada
o   Sudah mampu menggambar suatu bentuk geometris, contohnya persegi panjang sesuai dengan imajinasinya
o   Merupakan curahan dari perasaannya dan kreasi dari hasil imajinasinya.

2.     Gambar anak kelas 3 SD

Anak kelas tiga SD berusia antara 8 – 9 tahun, yang mana pada usia ini masuk pada kategori masa bagan. Pada usia ini konsep sudah berkembang yang mana anak cenderung mengulang-ulang bentuk gambar yang sudah mereka buat. Gambar mereka belum menampakkan ada kesan ruang atau masih berkesan datar. Karya seni rupa mereka merupakan cermin pengetahuan tentang lingkungannya. Berikut hasil observasi pada perkembangan gambar anak kelas tiga SD.

o   Karya seni termasuk gambar rebahan, karena semua benda terletak tegak lurus pada latarnya.
o   Masih belum memiliki kesadaran ruang yang mana seharusnya pada usia ini anak sudah mulai memiliki kesadaran ruang.
o   Cenderung mengulang-ulang bentuk yang sudah mereka gambar, dalam hal ini terlihat bentuk kotak atau persegi empat banyak diulang.
o   Gambar merupakan curahan perasaannya hal ini terlihat dari banyaknya jumlah matahari.
o   Mulai mengeksplorasi lingkungan, yang mana hal ini terlihat pada gambar anak yang merekam kejadian sehari-hari yaitu melihat penjual dengan kereta dorong.
o   Mulai memahami tantang perspektif, yang mana hal ini terlihat dari gambar pohon yang dekat terlihat lebih besar.
o   Menggambarkan letak anggota badan sudah tepat
o   Proporsi tubuh manusia tergantung pada suasana hatinya
o   Bentuk badan digambarkan secara geometris.

3.     Gambar anak kelas 4 SD

Anak kelas empat SD berusia antara 9 – 10 tahun yang mana sudah memasuki  masa awal realisme, yang mana berarti sudah mulai timbul kesadaran perspektifnya, namun mereka masih menggambarkan sesuatu berdasarkan penglihatannya bukan kenyataan. Berikut hasil observasi terhadap perkembangan gambar anak .

o   Banyak menggunakan warna-warna terang namun terkesan lembut.
o   Anak mulai mengenali objek secara keseluruhan dengan lingkungannya tidak terpisah-pisah, hal terlihat dari cara anak mengambar awan yang bertumpuk.
o   Sudah mulai menggunakan perspektif dalam gambarnya
o   Anak menggambar sesuai dengan penglihatannya/persepsinya hal ini dapat terlihat dari warna langit yang diberi warna oranye.
o   Masih ada anak yang menggambar dengan gambar rebahan yang mana semua benda terletak tegak lurus pada latarnya.
o   Sebagian gambar anak masih terkesan datar, namun ada gambar yang terlihat memiliki kesan ruang
o   Sebagian gambar memiliki Proporsi yang belum seimbang, namun ada satu gambar yang sudah memiliki proporsi, hal ini terlihat dari gambar pohon kelapa yang dekat terlihat lebih besar sedangkan perahu yang letaknya jauh terlihat lebih kecil.


 


BAB IV
KESIMPULAN

Setelah mengobservasi gambar anak kelas 1 – 4 SD, yang mana tujuannya yaitu untuk mengetahui perkembangan gambar anak, maka dicapailah suatu kesimpulan yamg mana anak kelas satu yang berusia 6 – 7 tahun pada umumnya telah berkembang dari masa coereng moreng memasuki masa pra bagan, pada masa ini anak cenderung peka pada lingkungannya. Ia selalu ingin tahu, senang mencoba, benaknya selalu dipenuhi dengan pertanyaan “mengapa”?

Sedangkan untuk anak kelas tiga yang berusia 8 – 9 tahun, sudah mulai mengeksplorasi lingkungan, dan mulai memiliki kesadaran ruang, dan anak mulai menyadari pentingnya garis pijak, Karya seni rupa mereka merupakan cermin pengetahuan tentang lingkungannya, dan mereka masih menempatkan objek secara rebah atau melayang.

Sedangkan Anak kelas empat SD berusia antara 9 – 10 tahun yang mana sudah memasuki  masa awal realisme, yang berarti sudah mulai timbul kesadaran perspektifnya, namun mereka masih menggambarkan sesuatu berdasarkan penglihatannya bukan kenyataan, dan perhatian anak sudah mulai rinci.

Secara keseluruhan hasil gambar anak mulai usia 6 – 10 tahun yang hasil karya rupanya diobservasi menunjukkan perbedaan antara masa pra-bagan. Masa bagan, dan masa realisme. Hal ini menunjukkan anak berkembang seiring dengan berjalannya waktu, baik berkembang dalam pemahaman konsep, cara berpikir, kemampuan motoriknya, emosinya, dan kepribadiannya. Tentu saja menjadi tugas para pendidik untuk memfasilitasi, mendukung, memberikan masukan dan memahami anak sebagai individu yang mana setiap anak berbeda, tidak dapat disamakan, dan bila seorang pendidik sudah memahami betul akan hal ini, maka tidak menutup kemungkinan bahwa anak akan dapat berkembang secara optimal, tanpa dibatasi, atau dimatikan imajinasinya oleh berbagai patokan seperti daun harus berwarna hijau, atau warna kulit harus kecoklatan, padahal seharusnya anak dapat mempersepsikan sendiri semua hal itu, dan tugas para pendidiklah untuk memfasilitasinya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar